Bagikan artikel ini
Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Penggunaan teknologi keamanan biometrik terus dikembangkan untuk memudahkan  manusia dalam mengidentifikasi identitas. Lantas, bagaimana sejarah biomterik? Untuk lebih jelasnya simak ulasannya berikut ini.

Diketahui, teknologi biometrik ini berguna untuk mengidentifikasi identitas orang melalui karakteristik fisik yang unik, seperti: fitur wajah, retina, iris, sidik jari, suara, hingga cara berperilaku.

Umumnya, teknologi ini digunakan diberbagai instansi yang membutuhkan verifikasi identitas untuk keamanan. Melanisr dari okezone.com, Minggu (3/10/2021), Banco Bradesco Brazil mengklaim, penggunaan pemindai palm vein membantu meminimalisir kecurangan ATM lebih dari 35.000 mesin.

Kekinian, penggunaan biometrik juga sudah ditemukan di sejumlah rumah melalui verifikasi pemindaian wajah, sidik jari, serta pelacakan objek. Ini sangat berguna untuk melindungi rumah dari pencurian atau orang asing yang mencurigakan.

Penggunaan teknologi biometrik ini telah melalui proses yang panjang. Bagi yang ingin tahu awal mula munculnya teknologi biometrik, simak berikut ini sejarah biometrik dari tahun ke tahun.

Sejarah Biometrik

Diketahui, penggunaan biometrik ini sudah ada sejak berabad-abad silam dan telah melalui proses yang sangat panjang, hingga akhirnya kini ditemukan sistem biometrik dengan teknologi canggih dan modern.

Namun, sebelumnya, penggunaan biometrik masih sangat manual dan sangat jauh dari kata modern. Itu tahu lebih jauh perjalanan biometrik dari tahun ke tahun, simak berikut ini sejarahnya yang dilansir dari bioconnet.com, Minggu (3/10/2021).

Tahun 1800-an

Penggunaan biometrik melalui sidik jari sudah ada sejak tahun 1880-an. Penggunaan biometrik sidik jari ini pun mulai digunakan secara teratur guna mengidentifikasi penjahat serta untuk menandatangani kontrak. Penggunaan biometrik jenis ini pun kemudian dikembangkan oleh Edward Henry.

1900-an

Pada era 1900-an, perkembangan biometrik sudah masuk dalam bidang penelitian. Masuk pada tahun 1960-an, metode pengidentifikasian wajah semi-otomatis mulai dikembangkan. Pada masa tersebut, proses ini membutuhkan administrator untuk mengidentifikasi fitur wajah yang terdapat dalam gambar.

Kemudian memasuki tahun 1969, mulai berkembang biometrik sidik jari dan identifkasi wajah dalam penegakan hukum. Bahkan FBI mendanai pengembangan biometrik agar bisa digunakan secara otomatis.

Pada  tahun 1980-an, biometrik melalui identifikasi suara juga mulai dikembangkan di Institut Nasional Standar dan Teknologi. Lalu, tahun 1985, penggunaan biometrik sidik jari dan iris juga mulai digunakan. Menginjak tahun 1994, pemindaian iris untuk identifikasi pertama kali diresmikan.

Memasuki tahun 1991, pengembangan biometrik melalui identifikasi wajah juga mulai dikembangkan. Meski proses perkembangannya cukup rumit, namun nenggunaan biometrik jenis ini menjadi yang paling banyak mendapat dukungan dari berbagai kalangan.

Tahun 2000-an

Tahun 2000-an, penggunaan tekonologi biometrik sebagai identifikasi mulai diresmikan di AS. Kemudian pada tahun 2001, teknologi biometrik mulai dijual dalam bentuk produk komersial dan sukses menarik perhatian dari banyak kalangan.

Pada tahun 2013, perusahaan Apple menggunakan teknologi biometrik melalui pemindaian sidik jari untuk membuka iPhone. Sejak saat itu, sebagian besar ponsel menggunakan jenis teknologi biometrik .

Selain pemindaian sidik jari untuk identifikasi, kini teknologi biometrik juga sudah bisa dilakukan melalui pemindaian wajah, pemindaian retina, pemindaian iris, pemindaian suara, dan pemindaian perilaku.

Pakar biometrik  memperkirakan bahwa beberapan tahun ke depan akan ada lebih banyak pilihan sistem teknologi biomertrik. Bahkan, diperkirakan juga pada tahun 2030, penggunaan kata sandi tidak akan lagi digunakan sepenuhnya.

Keberadaan teknologi biometrik ini memanb sangat membantu dalam menjaga keamanan identitas seseorang,  meminimalisir tindak penipuan atau pemalsuan identitas,  dan berbagai tindak kejahatan lainnya.

Nah, demikianlah informasi tentang sejarah biometrik dari tahun ke tahun. Semoga informasi ini bermanfaat bagi para pembaca.

Informasi Terkait

Informasi

Asosiasi Biometrik Dorong RUU Perlindungan Data Pribadi

JAKARTA – Perkembangan teknologi biometrik di dunia maupun di Indonesia membutuhkan kerangka regulasi yang jelas. Oleh karena itu, Asosiasi Industri Teknologi Biometrik Indonesia berpandangan bahwa rancangan

Informasi

Manfaat Verifikasi Identitas Digital Berbasis Biometrik

Aspek keamanan identitas merupakan hal yang paling diperhatikan dalam bisnis. Alasannya tidak lain adalah karena dalam bisnis terjadi perputaran uang dan barang sehingga jika terjadi